PENINGKATAN KEPEDULIAN BUDAYA K3 (KESEHATAN KESELAMATAN KERJA) DI RUMAH SAKIT

K3RS

Medan, (DPK)

Rumah sakit menjadi salah satu tempat yang wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Tujuan diterapkannya K3RS adalah terciptanya cara kerja, lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman, dan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan karyawan RS. Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, hingga akhir 2015 telah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 105.182 kasus di Indonesia. Kecelakaan kerja dapat dipengaruhi oleh lama kerja, usia, dan pendidikan seseorang. Penerapan K3 di Indonesia diatur oleh UndangUndang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sedangkan K3 rumah sakit (K3RS) diatur oleh KEPMENKES RI Nomor 1087/MENKES/SK/VIII/2010. Pengetahuan K3RS yang baik diharapkan mampu menekan angka kecelakaan kerja karena individu tersebut dapat menerapakan tindakan yang sesuai dengan pengetahuan K3 yang dimilikinya. Upaya penerapan K3 di rumah sakit menyangkut tenaga kerja, cara/metode kerja, alat kerja, proses kerja, dan lingkungan kerja yang meliputi peningkatan, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan. Tingkat pengetahuan K3 bagi semua karyawan rumah sakit sangat penting dalam menjaga keselamatan pasien dan diri karyawan itu sendiri. Salah satu upaya peningkatan pengetahuan K3 adalah melalui pelatihan K3RS.

Pelatihan K3RS ini diikuti oleh peserta dari beberapa institusi RS antara lain RS Laras, RS Balimbingan, RS Pabatu, RS Bina Kasih, RSU Tere Margareth, RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam, RSU Latersia Binjai, RSU Bunda Mulia Kisaran, SMK Kesehatan Haji Sumut, dan Rumah Sakit Pertamina Rantau Aceh Tamiang atas partisipasi dan kepercayaannya pada Pelatihan Virtual K3RS yang terselenggara berkat Kerjasama konsultanrumahsakitsumatera-com dengan PT Dhawal Prima Abadi (PJK3-Medan). Pemberian edukasi berupa pelatihan terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit secara virtual (by zoom) dalam durasi 2 hari, setelah kegiatan pelatihan tersebut maka peserta pelatihan memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Materi yang diberikan mulai dari pengenalan manajemen risiko, identifikasi risiko hingga implementasi K3 dalam upaya keselamatan kerja di rumah sakit. Harapanny pengetahuan dan pemahaman peserta tentang k3rs menjadi meningkat setelah mengikuti pelatihan dan Keterampilan k3 peserta dalam tahapan implementasi semakin meningkat.

Pandemi tidak menghalangi untuk terus berinovasi dan berkreasi agar pengembangan rumah sakit terutama peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja selama di tempat kerja dan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik pada masyarakat. Situasi sulit sekalipun sebenarnya tetap memberikan ruang bagi mereka yang tetap berpikir dan bergerak dalam kerangka mutu, tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan masa pandemik.

K3RS

Dokumentasi pelatihan during K3RS

 

Terimakasih juga untuk seluruh tim instruktur:

  1. Dr.dr.Daniel Ginting,MMR (Konsultan Manajemen RS Ikkesindo)
  2. Drs.Bintang Panjaitan (Disnaker Kota Medan)
  3. Ns.M.Fikri Tanjung, S.Kep (Ketua Komite K3RS RS USU)
  4. Ns.Johansen Hutajulu,S.Kep.,M.Kep (Konsultan RS dan Penggiatan Kebencanaan)

Upaya pengemabangan rumah sakit dan terus berinovasi dalam masa-masa sulit ini dalam kancah bisnis rumah sakit adalah langkah penting untuk bertahan menghadapi pandemi. 

 

Salam Hangat,

 

Dr.dr.Daniel Ginting,MMR dan Team